Tingginya Kecelakaan di Jalur Pantura Mempawah, DPRD Dorong Pelebaran Jalan dan Realisasi Tol

Tingginya Kecelakaan di Jalur Pantura Mempawah

Riduan M Yusuf

Tingginya angka kecelakaan di jalur Pantura Mempawah mendorong DPRD meminta evaluasi pemerintah pusat, pelebaran jalan, serta percepatan pembangunan tol guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.

MEMPAWAH – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalur Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Mempawah menjadi sorotan berbagai pihak. Kondisi ini dinilai memerlukan langkah cepat dan konkret dari pemerintah, khususnya dalam peningkatan infrastruktur jalan.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mempawah, Riduan M Yusuf, menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya insiden kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Ia menilai, pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) di Kalimantan Barat perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Jalur Pantura ini bukan hanya dilalui kendaraan pribadi, tetapi juga kendaraan berat seperti truk tronton dan trailer. Kondisi jalan saat ini dinilai belum memadai untuk menampung volume dan jenis kendaraan tersebut,” ujarnya.

Menurut Riduan, salah satu solusi yang mendesak dilakukan adalah pelebaran jalan di sepanjang jalur Pantura. Dengan kapasitas jalan yang lebih luas, diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan, terutama akibat kepadatan dan keterbatasan ruang gerak kendaraan besar.

Selain itu, ia juga mendorong agar wacana pembangunan jalan tol di wilayah Pantura Kalimantan Barat tidak hanya sebatas rencana, tetapi segera direalisasikan. Kehadiran jalan tol dinilai akan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Pembangunan tol menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban kendaraan di jalur utama. Ini penting, mengingat arus kendaraan terus meningkat,” tambahnya.

Riduan juga menyoroti keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah yang kini mulai beroperasi. Aktivitas pelabuhan tersebut diperkirakan akan meningkatkan mobilisasi kendaraan berat, sehingga kebutuhan akan infrastruktur jalan yang memadai semakin mendesak.

Ia menegaskan, langkah-langkah seperti pelebaran jalan dan pembangunan tol harus segera diprioritaskan demi keselamatan masyarakat dan kelancaran arus logistik di Kalimantan Barat.

“Pantura ini adalah urat nadi transportasi di Kalbar. Kalau tidak segera dibenahi, risiko kecelakaan akan terus meningkat,” tegasnya.

LINK TERKAIT